ketika malam menampakkan gelapnya
kau datang memberi cahaya dalam setiap makna
cinta, bahasa, dan air mata selalu menjadi senyum dan tawa
kau hadirkan sejuta warna yang tak mungkin terlupakan
kau bukanlah sesuatu yang terlewat
kau juga bukan sesuatu yang tertunda
kau adalah sesuatu yang bersinar namun tertutupi kotornya masa d hari lalu...
kau begitu indah di dalam segala pembungkusmu yang membalut
ku beruntung menemukan cinta sepertimu
namun aku bukanlah orang yang beruntung karena tak menjadi yang pertama bagimu
dan pada akhirnya kujalani cintamu dengan mataku yang tertutup
agar tak lagi kuketahui smua deru dan debu yang masih melekat dalam dirimu.....
Selasa, 22 Desember 2009
Sabtu, 19 Desember 2009
Pusara di tepi keindahan
Sekali lagi pandangan ini harus terpaku
setitik masa lalu yang masih terus bersinar seakan memaksaku tuk mengulang lagi langkah yang telah terhapus
sosoknya membawaku melintasi belantara hati yang sengaja ku kubur
hadirnya melukiskan indah di setiap pusara tepi-tepi wajahnya yang tak terukur
setiap tatapnya memberi rona jingga di setiap kata
tak tahu lagi apa yang harus kucari
tak dapat lagi waktu ku nanti
karena kenangan adalah dirinya
dan sayap bukanlah untuknya
maka jalan bukan lagi jadi piliahn tuk melangkah
bersama bukanlah media penabur jiwa
maka biarkan cinta yang menjadi nafas di antara kerlip bintang meredup di angkasa
created by
VRRM
setitik masa lalu yang masih terus bersinar seakan memaksaku tuk mengulang lagi langkah yang telah terhapus
sosoknya membawaku melintasi belantara hati yang sengaja ku kubur
hadirnya melukiskan indah di setiap pusara tepi-tepi wajahnya yang tak terukur
setiap tatapnya memberi rona jingga di setiap kata
tak tahu lagi apa yang harus kucari
tak dapat lagi waktu ku nanti
karena kenangan adalah dirinya
dan sayap bukanlah untuknya
maka jalan bukan lagi jadi piliahn tuk melangkah
bersama bukanlah media penabur jiwa
maka biarkan cinta yang menjadi nafas di antara kerlip bintang meredup di angkasa
created by
VRRM
Selasa, 15 Desember 2009
serpihan nafas
Pagi menjadi teman bagiku
dan Malam tak kunjung gelap tuk meredup menutup hariku
mereka yang menjadi alasan tuk berbagi
mereka yang menjadi alasan tuk memberi
jejak langkah kecil menuju satu titik tertuju adalah doa
hati pemberi nafas akan rasa adalah cinta
maka telah kucoba satukan hati-hati yang sesungguhnya memang layak tuk disinggahi
berjalan dalam arah tertentu dengan langkah terikat satu
maka kubiarkan mereka mencari serpihan-serpihan inti
agar mereka saling mengerti arti hadirnya di antara lainnya
bukan untuk memperoleh gelap di sesatnya waktu
tapi untuk dapatkan mahkota di indahnya singgasana
hingga tak ada lagi kata yang sanggup mewakili sinarnya
tak ada lagi yang mampu padamkan cinta yang selalu membara
untuk kini...esok...dan selamanya...
dedicated to "DiRi"
Created by
VRRM
dan Malam tak kunjung gelap tuk meredup menutup hariku
mereka yang menjadi alasan tuk berbagi
mereka yang menjadi alasan tuk memberi
jejak langkah kecil menuju satu titik tertuju adalah doa
hati pemberi nafas akan rasa adalah cinta
maka telah kucoba satukan hati-hati yang sesungguhnya memang layak tuk disinggahi
berjalan dalam arah tertentu dengan langkah terikat satu
maka kubiarkan mereka mencari serpihan-serpihan inti
agar mereka saling mengerti arti hadirnya di antara lainnya
bukan untuk memperoleh gelap di sesatnya waktu
tapi untuk dapatkan mahkota di indahnya singgasana
hingga tak ada lagi kata yang sanggup mewakili sinarnya
tak ada lagi yang mampu padamkan cinta yang selalu membara
untuk kini...esok...dan selamanya...
dedicated to "DiRi"
Created by
VRRM
Sabtu, 12 Desember 2009
Sesosok Putih Yang Tertatih
Aku...
Yang telah berjalan jauh bersama birunya awan dan dinginnya hujan
Aku yang selalu tertawa ketika setiap mata memandang ke arahku
Dan aku pula yang selalu tersesat di belantaranya hariku sendiri
menapak namun tak mampu bergerak
melangkah namun nafas ini terlalu terengah
melompat namun jiwa ini tertutup kabut sangat pekat
apa sesungguhnya tanda menjadi diri di antara cahaya
apa yang menahanku sehingga tak menemukan lagi sesosok pelita
pertanyaan ini hanyalah media di antara sejuta warna
memberi kesan putih tapi selalu menjadi tertatih
mencoba ingin tahu, hanyalah tirani yang selama ini membelenggu
sesaat ku sadari...
Rapuh dan terlalu rentan untuk kujalani apa yang ternanti
entah sampai kapan kujumpai bayang-bayang semu tak berpenghuni ini
mungkin hingga aku tak mampu lagi tuk menopang api dari lilin kecil di dalam nurani ini
created by
VRRM
Yang telah berjalan jauh bersama birunya awan dan dinginnya hujan
Aku yang selalu tertawa ketika setiap mata memandang ke arahku
Dan aku pula yang selalu tersesat di belantaranya hariku sendiri
menapak namun tak mampu bergerak
melangkah namun nafas ini terlalu terengah
melompat namun jiwa ini tertutup kabut sangat pekat
apa sesungguhnya tanda menjadi diri di antara cahaya
apa yang menahanku sehingga tak menemukan lagi sesosok pelita
pertanyaan ini hanyalah media di antara sejuta warna
memberi kesan putih tapi selalu menjadi tertatih
mencoba ingin tahu, hanyalah tirani yang selama ini membelenggu
sesaat ku sadari...
Rapuh dan terlalu rentan untuk kujalani apa yang ternanti
entah sampai kapan kujumpai bayang-bayang semu tak berpenghuni ini
mungkin hingga aku tak mampu lagi tuk menopang api dari lilin kecil di dalam nurani ini
created by
VRRM
Jumat, 11 Desember 2009
selimut bermahkotakan hujan
hangat adalah pelukan hujan di kala malam
lembut mengetuk perlahan di saat kelam
kemudian waktu menjadi arti di mana kita tuk mengerti
pastikan saja stiap mimpi yang terukir tetap berarti
biar saja sang badai yang kan pahami jejak langkah yang terbaca ini
saat angin telah temukan dunianya
maka jadikanlah bahagia sebagai mahkota
jangan lagi menunggu selimut awan kembali dari negeri di kejauhan hari
karena hanya jiwa-jiwa kecil yang tahu...
kapan melati akan tercurah lagi...
dan kapan arah akan kembali bersatu...
saat itulah mentari tersenyum menyambut alunan hati yang yang tak harus tertangisi lagi
pada akhirnya adalah janji...
menjadi sebuah ikatan terdalam dan tak akan pernah berakhir...
meski masa telah lelah tuk menyinari hari sisi gelap ini
created by
VRRM
lembut mengetuk perlahan di saat kelam
kemudian waktu menjadi arti di mana kita tuk mengerti
pastikan saja stiap mimpi yang terukir tetap berarti
biar saja sang badai yang kan pahami jejak langkah yang terbaca ini
saat angin telah temukan dunianya
maka jadikanlah bahagia sebagai mahkota
jangan lagi menunggu selimut awan kembali dari negeri di kejauhan hari
karena hanya jiwa-jiwa kecil yang tahu...
kapan melati akan tercurah lagi...
dan kapan arah akan kembali bersatu...
saat itulah mentari tersenyum menyambut alunan hati yang yang tak harus tertangisi lagi
pada akhirnya adalah janji...
menjadi sebuah ikatan terdalam dan tak akan pernah berakhir...
meski masa telah lelah tuk menyinari hari sisi gelap ini
created by
VRRM
Selasa, 01 Desember 2009
cinta...manusia...dan kata....
manusia tercipta atas nama cinta
ketika bintang-bintang bersinar
saat malam tak kunjung pergi
ia datang membawa secarik arti
entah apa yang ia inginkan di antaranya
hanya saja malam larut tertidur di gelapnya
dan hujan menghampiri perlahan ke hadapan
rengkuhlah setiap langkah yang terpijak
hingga akan ditemukan ruang hampa tak berudara
sekali lagi temukan satu di antara langkah-langkah itu
atau....
pejamkan mata dan hati...
rasakan setiap hembusan angin dan belaian udara
maka cahaya tertajuk melekat tak tererat di sana
biarkan saja...
hingga ia yang akan menyentuhmu di dalam kilaunya
dan saat itu...
kau...dia...dan dunia akan segera mengetahuinya
bahwa cinta tak hanya berasal dari untaian kata
Created by
VRRM
ketika bintang-bintang bersinar
saat malam tak kunjung pergi
ia datang membawa secarik arti
entah apa yang ia inginkan di antaranya
hanya saja malam larut tertidur di gelapnya
dan hujan menghampiri perlahan ke hadapan
rengkuhlah setiap langkah yang terpijak
hingga akan ditemukan ruang hampa tak berudara
sekali lagi temukan satu di antara langkah-langkah itu
atau....
pejamkan mata dan hati...
rasakan setiap hembusan angin dan belaian udara
maka cahaya tertajuk melekat tak tererat di sana
biarkan saja...
hingga ia yang akan menyentuhmu di dalam kilaunya
dan saat itu...
kau...dia...dan dunia akan segera mengetahuinya
bahwa cinta tak hanya berasal dari untaian kata
Created by
VRRM
Senin, 30 November 2009
Paradigma berkebalikan Makna
satu keajaiban dunia terukir dalam kertas lusuh itu
tercatat kisah yang menyayat namun tak berujung kata
indahnya dunia jika insan ini mengerti sebuah makna
tapi apa....
apa jingga meraih mentari tuk jadi warna
apa hujan turun dari awan tuk segarkan dunia
"TIDAK", jawabnya....
semua menjadi Paradigma Berkebalikan Makna
semua menjadi kehilangan arti
entah karena siapa....
entah untuk siapa....
yang pasti....
satu langkah yang terjejak, telah hancurkan segala harap
ingin kembali, namun tak ada jalan tuk ditelusuri
jadi apa...
jadi harus bagaimana....
pertanyaan yang timbul sebagai lambang kelemahan sebuah karisma
tak ada lagi yang bisa memancarkan cahaya seperti mentari di pagi hari
dan akhirnya....
malam merayap mengelilingiku...
berjelaga seakan selalu menyalahkan kehadiranku
tapi memang tak ada lagi kebenaran atas manusia ini
semua kata dan air mata menjadi teman dalam sepi
Created by
VRRM
tercatat kisah yang menyayat namun tak berujung kata
indahnya dunia jika insan ini mengerti sebuah makna
tapi apa....
apa jingga meraih mentari tuk jadi warna
apa hujan turun dari awan tuk segarkan dunia
"TIDAK", jawabnya....
semua menjadi Paradigma Berkebalikan Makna
semua menjadi kehilangan arti
entah karena siapa....
entah untuk siapa....
yang pasti....
satu langkah yang terjejak, telah hancurkan segala harap
ingin kembali, namun tak ada jalan tuk ditelusuri
jadi apa...
jadi harus bagaimana....
pertanyaan yang timbul sebagai lambang kelemahan sebuah karisma
tak ada lagi yang bisa memancarkan cahaya seperti mentari di pagi hari
dan akhirnya....
malam merayap mengelilingiku...
berjelaga seakan selalu menyalahkan kehadiranku
tapi memang tak ada lagi kebenaran atas manusia ini
semua kata dan air mata menjadi teman dalam sepi
Created by
VRRM
Minggu, 29 November 2009
pelangi di malam yang tak berbintang
Kutemukan sebuah kilauan bintang di antaramu
menyejukkan di masa panas tak terelakkan
mengahangatkan di kala dingin jadi selimut di setiap mimpi buruk
kau yang tak pernah menjadi biasa di banyaknya lingkaran kelamku
memberi warna dan arti hidup yang tertuju
kau yang selalu jadi alasanku untukku tetap berdiri
karena hidup....
waktu....
dan cintamu lah yang menjadi tempatku tuk kembali
tak ada arti ketika jejakmu pergi meninggalkan bayanganku
tiada hadirmu adalah pusara hitam di dadaku
maka tetaplah disini...
mencerahkan dan terus tersenyum sebagai pelangi
karena indahmu selalu padamkan api yang tetap menaungi khilaf ini....
menyejukkan di masa panas tak terelakkan
mengahangatkan di kala dingin jadi selimut di setiap mimpi buruk
kau yang tak pernah menjadi biasa di banyaknya lingkaran kelamku
memberi warna dan arti hidup yang tertuju
kau yang selalu jadi alasanku untukku tetap berdiri
karena hidup....
waktu....
dan cintamu lah yang menjadi tempatku tuk kembali
tak ada arti ketika jejakmu pergi meninggalkan bayanganku
tiada hadirmu adalah pusara hitam di dadaku
maka tetaplah disini...
mencerahkan dan terus tersenyum sebagai pelangi
karena indahmu selalu padamkan api yang tetap menaungi khilaf ini....
Sabtu, 28 November 2009
detik di dalam detak langkah ini
pagiku telah ternoda oleh air tak bersuara
menggeliat sepi dan langsung menusuk ke dasar rasa ini
jiwaku rapuh karna engkau yang tlah larutkan
seakan menjadi racun dan perlahan hentikan hela nafas kecil ku
tak lama lagi detakku menjadi langkah buram di sekitar bintang yang berguguran
hitam dan gelap mataku berbicara
bisu dan hening lidahku memandang
apa yang kurasa ini hanyalah sisi kelam di balik senyum dan luka
seakan logika berganti menjadi sebuah paradigma penuh arti
memberiku warna akan cinta dan kasih putih
namun setiap detik jantung ini berdetak
kurasa nama tersabda lirih di balik cahaya
terpercik hujan terbiaskan awan
hingga tak ada lagi yang dapat ku bagi
sesaat waktu setelah separuh jiwa ini pergi
menggeliat sepi dan langsung menusuk ke dasar rasa ini
jiwaku rapuh karna engkau yang tlah larutkan
seakan menjadi racun dan perlahan hentikan hela nafas kecil ku
tak lama lagi detakku menjadi langkah buram di sekitar bintang yang berguguran
hitam dan gelap mataku berbicara
bisu dan hening lidahku memandang
apa yang kurasa ini hanyalah sisi kelam di balik senyum dan luka
seakan logika berganti menjadi sebuah paradigma penuh arti
memberiku warna akan cinta dan kasih putih
namun setiap detik jantung ini berdetak
kurasa nama tersabda lirih di balik cahaya
terpercik hujan terbiaskan awan
hingga tak ada lagi yang dapat ku bagi
sesaat waktu setelah separuh jiwa ini pergi
Jumat, 27 November 2009
jingga di atas merah
kau adalah media jatuhnya air mata
kau yang selalu menjadi jembatan bahagia dan hancurnya aku
kau menjadi senyum di antara lara dan duka yang harus ku raih sendiri
sedangkan waktu menyempit di perbatasan akhir dari tajamnya rasa yang tak sengaja meruncing
sesaat ku lari....
sesaat ku menghilang...
lari dari jiwa yang tak berpenghuni
kemudian tergerak tanpa hati nurani
hilang di antara bayang semu dan sang pemutar waktu
kemudian angin tak tentu dengan asalnya membawa raga kecilku
rumahku sudah tak beratapkan kesucian hati kini
namun hanya ada beribu kebencian yang menggebu di setiap titik lara itu
jadi...bersiaplah wahai bintang yang bersinar terang
kau harus meredup di telan ganasnya badai api yang membara
kemudian terlempar sebagai kepingan jingga d antara atmosfer-atmosfer dunia yang fana
lalu....
di saat itu aku akan tepat berada di atas pangkuanmu
dengan kobaran merah di antara mata-mata sang pencari jingga
menantimu jatuh dan menghilang di kegelapan cahaya....
created by
Restu
kau yang selalu menjadi jembatan bahagia dan hancurnya aku
kau menjadi senyum di antara lara dan duka yang harus ku raih sendiri
sedangkan waktu menyempit di perbatasan akhir dari tajamnya rasa yang tak sengaja meruncing
sesaat ku lari....
sesaat ku menghilang...
lari dari jiwa yang tak berpenghuni
kemudian tergerak tanpa hati nurani
hilang di antara bayang semu dan sang pemutar waktu
kemudian angin tak tentu dengan asalnya membawa raga kecilku
rumahku sudah tak beratapkan kesucian hati kini
namun hanya ada beribu kebencian yang menggebu di setiap titik lara itu
jadi...bersiaplah wahai bintang yang bersinar terang
kau harus meredup di telan ganasnya badai api yang membara
kemudian terlempar sebagai kepingan jingga d antara atmosfer-atmosfer dunia yang fana
lalu....
di saat itu aku akan tepat berada di atas pangkuanmu
dengan kobaran merah di antara mata-mata sang pencari jingga
menantimu jatuh dan menghilang di kegelapan cahaya....
created by
Restu
Rabu, 25 November 2009
ketika pada saatnya
Putih adalah cinta ini...
Cinta yang tak pernah bisa kulukiskan di dasar hatimu
terpendam...kemudian timbul dengan cara yang salah
aku tetaplah aku....
si binatang jalang yang tak pernah mendapatkan kebenaran akan dirinya sendiri
lalu hanya membuat langkahku semakin merunduk
kini lelahmu menjadi ujung dari langkah tak ingin menepiku
jadi akhir dari sebuah rasa yang sebenarnya tak lagi dapat terbendung waktu
hanya saja aku terlalu bodoh untuk menjadi seseorang...
aku terlalu naif tuk tak mengetahui rasa...
maka di akhir perjalanan kisah ini nanti
terbanglah kau bersama hati yang tak ingin mati ini
bawalah rengkuhlah dan jangan lagi kau kembalikan
walaupun tak nyata seakan maya
tapi itulah fakta dari setiap logika yang selalu kujadikan perisai pemutar cahaya...
Cinta yang tak pernah bisa kulukiskan di dasar hatimu
terpendam...kemudian timbul dengan cara yang salah
aku tetaplah aku....
si binatang jalang yang tak pernah mendapatkan kebenaran akan dirinya sendiri
lalu hanya membuat langkahku semakin merunduk
kini lelahmu menjadi ujung dari langkah tak ingin menepiku
jadi akhir dari sebuah rasa yang sebenarnya tak lagi dapat terbendung waktu
hanya saja aku terlalu bodoh untuk menjadi seseorang...
aku terlalu naif tuk tak mengetahui rasa...
maka di akhir perjalanan kisah ini nanti
terbanglah kau bersama hati yang tak ingin mati ini
bawalah rengkuhlah dan jangan lagi kau kembalikan
walaupun tak nyata seakan maya
tapi itulah fakta dari setiap logika yang selalu kujadikan perisai pemutar cahaya...
saat hati ini pergi
Kucoba teriakkan penatku di dalam sendiriku
Kucoba elakkan rasaku dan hampalah dapatku
kucoba lantunkan nadaku namun datar hatiku
Kosong....Sepi...tak berpenghuni....
Jiwa ini hanya terbakar oleh mata dan telinga-telinga tak bersuara
Namun setelah jauh ku telusuri di antara semak-semak hati
kutemukan sesuatu yang samar ku ketahui
yang ternyata hati ini menjerit....
jiwa ini menangis...
dan batin ini sedang terluka...
entah harus seperti apa ku hinggapi percik-percik separuh jiwa
hingga mungkin tak ada lagi tempatku di antara hati-hati yang pernah memberi
dan akhirnya...
ku menyendiri kala dingin dan membeku di sekitarku
dan tak ada lagi ruang tuk ku basahi dengan titik air mata yang mengering ini...
Created by :
Restu
Kucoba elakkan rasaku dan hampalah dapatku
kucoba lantunkan nadaku namun datar hatiku
Kosong....Sepi...tak berpenghuni....
Jiwa ini hanya terbakar oleh mata dan telinga-telinga tak bersuara
Namun setelah jauh ku telusuri di antara semak-semak hati
kutemukan sesuatu yang samar ku ketahui
yang ternyata hati ini menjerit....
jiwa ini menangis...
dan batin ini sedang terluka...
entah harus seperti apa ku hinggapi percik-percik separuh jiwa
hingga mungkin tak ada lagi tempatku di antara hati-hati yang pernah memberi
dan akhirnya...
ku menyendiri kala dingin dan membeku di sekitarku
dan tak ada lagi ruang tuk ku basahi dengan titik air mata yang mengering ini...
Created by :
Restu
Selasa, 24 November 2009
Awal dari semua tulisanku
aku adalah sosok kelam di antara dingin dan buruknya sapasang mata
aku menjadi kisah kelabu bagi setiap nyawa yang tak seharusnya berada di antaraku
aku hanyalah serpihan intan yang meruncing karna keangkuhanku sendiri...
dan di setiap helaanku...
selalu menjadi kisah yang tak pernah benar
sekali ku menjadi seperti ini...
tetaplah aku akan seperti ini...
karena aku...
adalah binatang jalang...
tak ingin mengais namun hanya akan terbuang...
Created By
-Restu-
aku menjadi kisah kelabu bagi setiap nyawa yang tak seharusnya berada di antaraku
aku hanyalah serpihan intan yang meruncing karna keangkuhanku sendiri...
dan di setiap helaanku...
selalu menjadi kisah yang tak pernah benar
sekali ku menjadi seperti ini...
tetaplah aku akan seperti ini...
karena aku...
adalah binatang jalang...
tak ingin mengais namun hanya akan terbuang...
Created By
-Restu-
Langganan:
Postingan (Atom)