Jumat, 21 Desember 2012
Cinta Dalam Penantianku
Cinta...
Sengaja memang kubuat kata yg serupa...
Smoga makna dan rasa di dalamnya tetap beraneka.
Cinta...
Kutinggal kau di antaramu jutaan suara.
Kutitipkan dirimu pada jakarta agar dapat ia jaga.
Cinta...
Kulihat kau melambai dengan senyum merengut mu menyapa.
Yang seakan sepi dan terdiam dalam gelora.
Cinta...
Kumohonkan padamu agar kau dekap semua rasa.
Dan tak kan bergulir apalagi berubah berganti nama.
Karena setiap pikirku telah ku pasrahkan di atas pundak mu tuk ku percaya.
Cinta...
Jarak adalah pemisah ruang dan sedikit waktu yg menyiksa.
Namun jangan lah kau tambah lagi siksaku dengan air matamu yg tak mampu aku sela.
Cinta...
Percayakan pula aku tuk mampu menerjang segala kemungkinan yg ada.
Karena telah ku pahat namamu "cinta" tepat di jantung hati dan cintaku untuk selalu terjaga.
Cinta...
Kita sudah yakin...pekan kita kan terasa menahun adanya.
Namun kuatkan setiap detik ku bernafas tuk tetap terpikir kembali ke jakartamu di sana.
Cinta...
Jalanku akan selalu sepi ketika langkah ini tak serempak melangkah bersamamu.
Di antaranya akan hanya ada kerlip dan bising kota yg tak kan ku kenal siapa itu.
Cinta...
Sekarang aku pamit, dan telah kutitipkan segala yg kupunya dari diriku padamu.
Ku harap akan tetap kau jaga hingga ku kembali ke jakartamu nanti.
Cinta...
Aku akan merindukanmu seperti orang gila yg kehilangan akal sehatnya.
Maka ketahuilah...bahwa debar jantungku ini selalu membentuk lantunan lagu dari music yg biasa kumainkan.
Cinta...
I love you so much...
Rinduku
Ketika pilahan adalah langkahku Dunia tak henti berputar, Bintang tak lelah bersinar Dan amarah tak kunjung berkobar Maka di setiap aroma menghasilkan tanya dalam jingga Meratapi kecil seakan bersembunyi dalam cahaya Setiap salah adalah tangis tak bertubi, Setiap langkah hanyalah penat yg tertanam dalam bui. Bukan aku yg memutuskan jawaban akan jutaan jawaban yg terpendam Namun hanya hati yg tak mampu menolak dikecilkan tak berarti Rindu ini tak mampu terucap Lelah ini hanya mampu menancap Lalu ucap perih terlantun tanya sebagai tanda penuai angkara Pulanglah engkau sebagai bukti bahwa kasih tetap merekah di antara peluh yang tertutup amarah
Langganan:
Postingan (Atom)