Senin, 30 November 2009

Paradigma berkebalikan Makna

satu keajaiban dunia terukir dalam kertas lusuh itu
tercatat kisah yang menyayat namun tak berujung kata
indahnya dunia jika insan ini mengerti sebuah makna
tapi apa....
apa jingga meraih mentari tuk jadi warna
apa hujan turun dari awan tuk segarkan dunia
"TIDAK", jawabnya....
semua menjadi Paradigma Berkebalikan Makna
semua menjadi kehilangan arti
entah karena siapa....
entah untuk siapa....
yang pasti....
satu langkah yang terjejak, telah hancurkan segala harap
ingin kembali, namun tak ada jalan tuk ditelusuri
jadi apa...
jadi harus bagaimana....
pertanyaan yang timbul sebagai lambang kelemahan sebuah karisma
tak ada lagi yang bisa memancarkan cahaya seperti mentari di pagi hari
dan akhirnya....
malam merayap mengelilingiku...
berjelaga seakan selalu menyalahkan kehadiranku
tapi memang tak ada lagi kebenaran atas manusia ini
semua kata dan air mata menjadi teman dalam sepi

Created by


VRRM

Minggu, 29 November 2009

pelangi di malam yang tak berbintang

Kutemukan sebuah kilauan bintang di antaramu
menyejukkan di masa panas tak terelakkan
mengahangatkan di kala dingin jadi selimut di setiap mimpi buruk
kau yang tak pernah menjadi biasa di banyaknya lingkaran kelamku
memberi warna dan arti hidup yang tertuju
kau yang selalu jadi alasanku untukku tetap berdiri
karena hidup....
waktu....
dan cintamu lah yang menjadi tempatku tuk kembali
tak ada arti ketika jejakmu pergi meninggalkan bayanganku
tiada hadirmu adalah pusara hitam di dadaku
maka tetaplah disini...
mencerahkan dan terus tersenyum sebagai pelangi
karena indahmu selalu padamkan api yang tetap menaungi khilaf ini....

Sabtu, 28 November 2009

detik di dalam detak langkah ini

pagiku telah ternoda oleh air tak bersuara
menggeliat sepi dan langsung menusuk ke dasar rasa ini
jiwaku rapuh karna engkau yang tlah larutkan
seakan menjadi racun dan perlahan hentikan hela nafas kecil ku
tak lama lagi detakku menjadi langkah buram di sekitar bintang yang berguguran
hitam dan gelap mataku berbicara
bisu dan hening lidahku memandang
apa yang kurasa ini hanyalah sisi kelam di balik senyum dan luka
seakan logika berganti menjadi sebuah paradigma penuh arti
memberiku warna akan cinta dan kasih putih
namun setiap detik jantung ini berdetak
kurasa nama tersabda lirih di balik cahaya
terpercik hujan terbiaskan awan
hingga tak ada lagi yang dapat ku bagi
sesaat waktu setelah separuh jiwa ini pergi

Jumat, 27 November 2009

jingga di atas merah

kau adalah media jatuhnya air mata
kau yang selalu menjadi jembatan bahagia dan hancurnya aku
kau menjadi senyum di antara lara dan duka yang harus ku raih sendiri
sedangkan waktu menyempit di perbatasan akhir dari tajamnya rasa yang tak sengaja meruncing
sesaat ku lari....
sesaat ku menghilang...
lari dari jiwa yang tak berpenghuni
kemudian tergerak tanpa hati nurani
hilang di antara bayang semu dan sang pemutar waktu
kemudian angin tak tentu dengan asalnya membawa raga kecilku
rumahku sudah tak beratapkan kesucian hati kini
namun hanya ada beribu kebencian yang menggebu di setiap titik lara itu
jadi...bersiaplah wahai bintang yang bersinar terang
kau harus meredup di telan ganasnya badai api yang membara
kemudian terlempar sebagai kepingan jingga d antara atmosfer-atmosfer dunia yang fana
lalu....
di saat itu aku akan tepat berada di atas pangkuanmu
dengan kobaran merah di antara mata-mata sang pencari jingga
menantimu jatuh dan menghilang di kegelapan cahaya....


created by


Restu

Rabu, 25 November 2009

ketika pada saatnya

Putih adalah cinta ini...
Cinta yang tak pernah bisa kulukiskan di dasar hatimu
terpendam...kemudian timbul dengan cara yang salah
aku tetaplah aku....
si binatang jalang yang tak pernah mendapatkan kebenaran akan dirinya sendiri
lalu hanya membuat langkahku semakin merunduk
kini lelahmu menjadi ujung dari langkah tak ingin menepiku
jadi akhir dari sebuah rasa yang sebenarnya tak lagi dapat terbendung waktu
hanya saja aku terlalu bodoh untuk menjadi seseorang...
aku terlalu naif tuk tak mengetahui rasa...
maka di akhir perjalanan kisah ini nanti
terbanglah kau bersama hati yang tak ingin mati ini
bawalah rengkuhlah dan jangan lagi kau kembalikan
walaupun tak nyata seakan maya
tapi itulah fakta dari setiap logika yang selalu kujadikan perisai pemutar cahaya...

saat hati ini pergi

Kucoba teriakkan penatku di dalam sendiriku
Kucoba elakkan rasaku dan hampalah dapatku
kucoba lantunkan nadaku namun datar hatiku
Kosong....Sepi...tak berpenghuni....
Jiwa ini hanya terbakar oleh mata dan telinga-telinga tak bersuara
Namun setelah jauh ku telusuri di antara semak-semak hati
kutemukan sesuatu yang samar ku ketahui
yang ternyata hati ini menjerit....
jiwa ini menangis...
dan batin ini sedang terluka...
entah harus seperti apa ku hinggapi percik-percik separuh jiwa
hingga mungkin tak ada lagi tempatku di antara hati-hati yang pernah memberi
dan akhirnya...
ku menyendiri kala dingin dan membeku di sekitarku
dan tak ada lagi ruang tuk ku basahi dengan titik air mata yang mengering ini...

Created by :


Restu

Selasa, 24 November 2009

Awal dari semua tulisanku

aku adalah sosok kelam di antara dingin dan buruknya sapasang mata
aku menjadi kisah kelabu bagi setiap nyawa yang tak seharusnya berada di antaraku
aku hanyalah serpihan intan yang meruncing karna keangkuhanku sendiri...
dan di setiap helaanku...
selalu menjadi kisah yang tak pernah benar
sekali ku menjadi seperti ini...
tetaplah aku akan seperti ini...
karena aku...
adalah binatang jalang...
tak ingin mengais namun hanya akan terbuang...

Created By


-Restu-