Jumat, 27 November 2009

jingga di atas merah

kau adalah media jatuhnya air mata
kau yang selalu menjadi jembatan bahagia dan hancurnya aku
kau menjadi senyum di antara lara dan duka yang harus ku raih sendiri
sedangkan waktu menyempit di perbatasan akhir dari tajamnya rasa yang tak sengaja meruncing
sesaat ku lari....
sesaat ku menghilang...
lari dari jiwa yang tak berpenghuni
kemudian tergerak tanpa hati nurani
hilang di antara bayang semu dan sang pemutar waktu
kemudian angin tak tentu dengan asalnya membawa raga kecilku
rumahku sudah tak beratapkan kesucian hati kini
namun hanya ada beribu kebencian yang menggebu di setiap titik lara itu
jadi...bersiaplah wahai bintang yang bersinar terang
kau harus meredup di telan ganasnya badai api yang membara
kemudian terlempar sebagai kepingan jingga d antara atmosfer-atmosfer dunia yang fana
lalu....
di saat itu aku akan tepat berada di atas pangkuanmu
dengan kobaran merah di antara mata-mata sang pencari jingga
menantimu jatuh dan menghilang di kegelapan cahaya....


created by


Restu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar