pagiku telah ternoda oleh air tak bersuara
menggeliat sepi dan langsung menusuk ke dasar rasa ini
jiwaku rapuh karna engkau yang tlah larutkan
seakan menjadi racun dan perlahan hentikan hela nafas kecil ku
tak lama lagi detakku menjadi langkah buram di sekitar bintang yang berguguran
hitam dan gelap mataku berbicara
bisu dan hening lidahku memandang
apa yang kurasa ini hanyalah sisi kelam di balik senyum dan luka
seakan logika berganti menjadi sebuah paradigma penuh arti
memberiku warna akan cinta dan kasih putih
namun setiap detik jantung ini berdetak
kurasa nama tersabda lirih di balik cahaya
terpercik hujan terbiaskan awan
hingga tak ada lagi yang dapat ku bagi
sesaat waktu setelah separuh jiwa ini pergi
Sabtu, 28 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar