satu langkah kujejaki di tepian jurang pemisah ini
satu masa akan ku lewatkan jika lurus jalanku ini
helaan nafas sudah tidak menjadi sendu di antara kelambu
bisikan angin tak lagi berdecit bagai kisah yang berlalu
aku hanya akan rindu
aku hanya akan memimpikan masa-masa itu untuk kembali
namun bisa apa...
serapan ini pun hanya sebuah sajak di antara kelamnya harapan
gemericik ini pun hanya sandaran di belakang kepenatan
sungguh bukan ini yang menjadi kata di dalam penantianku
bukan waktu ini yang kan kekal menemani di setiap langkahku
namun pilu ini yang kan terkenang di antara indah bersamamu
ku tancapkan tekadku namun tak lupa ku kibarkan ingatanku
meski langkah sudah berbeda namun hati tetap bersama
biar raga sudah tak nyata tapi jiwa kan selalu bersahaja
Created by
VRRM
Rabu, 26 Januari 2011
Rabu, 12 Januari 2011
Tak Indah Untuk Ku Banggakan
awalnya masa adalah jingga di kala senja
namun hari menahan cahaya merah delima
aku bukan yang menjadi bintang di kala malam
aku bukan pula pusat dari tata surya di jagad alam semesta
aku hanya titik kecil tak memberi isyarat dan tak pula mampu berkelip
lalu kenapa matahari membiaskan sinarnya begitu pekat
mengapa angin menghembuskan nafasnya begitu hebat
apa yang sesungguhnya ditujukan padaku
apa yang sebenarnya diciptakan dalam langkahku
menimbang hati pun tak cukup untuk memberi tahu jawab dari sebuah semu
memapah raga hanya mampu kulakukan dalam satu waktu
lalu apa indahnya dari sebuah jiwa raga yang rapuh dan reyot ini
tak mampu berucap apa lagi memberi
menyedihkan memang di dera jejak yang tak kuatkan mimpi-mimpi
maka lihatlah....
disana kau berucap
disini aku menatap
namun hari menahan cahaya merah delima
aku bukan yang menjadi bintang di kala malam
aku bukan pula pusat dari tata surya di jagad alam semesta
aku hanya titik kecil tak memberi isyarat dan tak pula mampu berkelip
lalu kenapa matahari membiaskan sinarnya begitu pekat
mengapa angin menghembuskan nafasnya begitu hebat
apa yang sesungguhnya ditujukan padaku
apa yang sebenarnya diciptakan dalam langkahku
menimbang hati pun tak cukup untuk memberi tahu jawab dari sebuah semu
memapah raga hanya mampu kulakukan dalam satu waktu
lalu apa indahnya dari sebuah jiwa raga yang rapuh dan reyot ini
tak mampu berucap apa lagi memberi
menyedihkan memang di dera jejak yang tak kuatkan mimpi-mimpi
maka lihatlah....
disana kau berucap
disini aku menatap
Kamis, 06 Januari 2011
Hitam di dalam rasa
sudah jangan paksakan malamku akan untaian kata
jangan paksakan telingaku mendengar jeritan yang sesungguhnya tak kurasa
aku hanya mencari sebuah media distraksi yang tak biasa
agar esok hariku kembali bernyawa
aku bukan lah kamu yang selalu tegap dan tangguh menjalani dunia
aku bukan manusia kuat yang mampu menembus gelora tersayat mata
aku hanyalah potongan angin yang terbujur singkat di dalam kharisma
mengais kasih tanpa ada yang meminta
menanti cinta yang tak pernah ku tanya
aku memang tak bisa tuk membuat senyum kalian semua
aku juga tak mampu tuk melakukan segala yang kau punya
maka janganlah kau caci diriku
jangan kau dera luka ku
dan cukuplah kau tebarkan sinar dan air mataku
Created By
VRRM
jangan paksakan telingaku mendengar jeritan yang sesungguhnya tak kurasa
aku hanya mencari sebuah media distraksi yang tak biasa
agar esok hariku kembali bernyawa
aku bukan lah kamu yang selalu tegap dan tangguh menjalani dunia
aku bukan manusia kuat yang mampu menembus gelora tersayat mata
aku hanyalah potongan angin yang terbujur singkat di dalam kharisma
mengais kasih tanpa ada yang meminta
menanti cinta yang tak pernah ku tanya
aku memang tak bisa tuk membuat senyum kalian semua
aku juga tak mampu tuk melakukan segala yang kau punya
maka janganlah kau caci diriku
jangan kau dera luka ku
dan cukuplah kau tebarkan sinar dan air mataku
Created By
VRRM
Bukan Senja yang terlelap
Aku bukan mati ditelan waktu
aku tidak menghilang di antara malam
aku hanya terlarut di dalam sebuah putaran bumi yang sedikit jauh untuk kudaki
aku tidak mencari pelangi
aku hanya terpacu pada aliran ombak sembilu
lalu apa kau mencariku?
mungkinkah ada sedikit asa-mu yang kau sematkan di pundakku?
aku terunduk mengendap di antara senyap tak bepergian
memikirkan jeratan tak terangkai di padang kelam
tak ada satu pun yang mendekati dan menawarkan sebuah arah bagiku
hanya cukup melintasi di atas kertas dalam bingkai yang tak terseru
lalu kau ada dimana?
lalu apa yang kau tambatkan di relung nafas jiwaku?
kau tak mampu menjawab namun sibuk untuk kembali mengidap gelap
kau tau diriku
namun kau tak mengerti luka yang membasahi air mataku
jika kau benar ada maka eratkanlah senyumku di atas luka
jika kau tak ada maka biarkanlah mataku yang menjadi terbelanga
Created By
VRRM
aku tidak menghilang di antara malam
aku hanya terlarut di dalam sebuah putaran bumi yang sedikit jauh untuk kudaki
aku tidak mencari pelangi
aku hanya terpacu pada aliran ombak sembilu
lalu apa kau mencariku?
mungkinkah ada sedikit asa-mu yang kau sematkan di pundakku?
aku terunduk mengendap di antara senyap tak bepergian
memikirkan jeratan tak terangkai di padang kelam
tak ada satu pun yang mendekati dan menawarkan sebuah arah bagiku
hanya cukup melintasi di atas kertas dalam bingkai yang tak terseru
lalu kau ada dimana?
lalu apa yang kau tambatkan di relung nafas jiwaku?
kau tak mampu menjawab namun sibuk untuk kembali mengidap gelap
kau tau diriku
namun kau tak mengerti luka yang membasahi air mataku
jika kau benar ada maka eratkanlah senyumku di atas luka
jika kau tak ada maka biarkanlah mataku yang menjadi terbelanga
Created By
VRRM
Jumat, 30 Juli 2010
Jangan artikan
kau menjadi indah dikala malamku bersenandung
kau yang tercipta sebagai media distraksi yang paling hebat di pikiranku
kau yang menggali di antara kabut tak berbau di tengah-tengah cahaya membeku
kau yang terakhir menjadi jingga yang membulat di sekitar samudra yang terjerat
itu semua adalah dirimu yang mengait erat pada jaring yang tersayat
dirimu yang mencoba berlari di atas batu yang membuat dirimu kembali
dan saat itulah kau berbalik pada bayangan yang tak sekalipun mampu kau sentuh
yang dapat kau lakukan adalah bersimbah air mata menetes pada warna yang saling terbelanga
apakah dirimu...
melantunkan aroma berhiaskan bintang di kala siang meredup tak hingga
dan tetaplah dirimu yang selalu memakaikan mahkota berkilaukan air mata
rasa ini tak mampu lagi tertunduk meragu
rasa ini tak mampu lagi terpejam dan diam
rasa ini begitu kuat hingga menusuk setiap detak yang bukan milikku
maka aku yang yang merasa dan kau yang tetap berjelaga
kau yang tercipta sebagai media distraksi yang paling hebat di pikiranku
kau yang menggali di antara kabut tak berbau di tengah-tengah cahaya membeku
kau yang terakhir menjadi jingga yang membulat di sekitar samudra yang terjerat
itu semua adalah dirimu yang mengait erat pada jaring yang tersayat
dirimu yang mencoba berlari di atas batu yang membuat dirimu kembali
dan saat itulah kau berbalik pada bayangan yang tak sekalipun mampu kau sentuh
yang dapat kau lakukan adalah bersimbah air mata menetes pada warna yang saling terbelanga
apakah dirimu...
melantunkan aroma berhiaskan bintang di kala siang meredup tak hingga
dan tetaplah dirimu yang selalu memakaikan mahkota berkilaukan air mata
rasa ini tak mampu lagi tertunduk meragu
rasa ini tak mampu lagi terpejam dan diam
rasa ini begitu kuat hingga menusuk setiap detak yang bukan milikku
maka aku yang yang merasa dan kau yang tetap berjelaga
Jumat, 23 Juli 2010
Dibalik makna yang tak memiliki arti
Kau datang sebagai indah di antaramu
mendekat dan mencoba meraih segala ingin dan butuhmu di sekelilingku
lalu kau nikmati....
kau mampu tertawa dan tersenyum di dalam sakit dan tangis kecilku
kau besar namun kecil tuk mengerti apa yang telah kau buat di dalam sini
aku hanyalah seonggok kecil mainan usang yang telah kau pakai dan tak kau suka lagi
serpihan bahagiaku adalah sampah untukmu
ahhhh sudahlah...
cukup sudah kau tusuk-tusuk dan kau tinggalkan luka ini...
jika ku kembali maka duri adalah otak yang membelenggu
dan jika kau yang kembali maka jiwa adalah busuk yang tak akan kau mengerti
karena aku hanya manusia yang tak berkaki namun dapat berlari
dan kau hanya gambaran indah yang tak berhati dan beralaskan serpihan makna yang tak memiliki arti
mendekat dan mencoba meraih segala ingin dan butuhmu di sekelilingku
lalu kau nikmati....
kau mampu tertawa dan tersenyum di dalam sakit dan tangis kecilku
kau besar namun kecil tuk mengerti apa yang telah kau buat di dalam sini
aku hanyalah seonggok kecil mainan usang yang telah kau pakai dan tak kau suka lagi
serpihan bahagiaku adalah sampah untukmu
ahhhh sudahlah...
cukup sudah kau tusuk-tusuk dan kau tinggalkan luka ini...
jika ku kembali maka duri adalah otak yang membelenggu
dan jika kau yang kembali maka jiwa adalah busuk yang tak akan kau mengerti
karena aku hanya manusia yang tak berkaki namun dapat berlari
dan kau hanya gambaran indah yang tak berhati dan beralaskan serpihan makna yang tak memiliki arti
Selasa, 20 Juli 2010
Rasa Ini
Menintaimu adalah kata pertama yang benar memiliki arti
Mencintaimu adalah perjalanan meliku yang tergoyahkan oleh semu
dan Mencintaimu adalah kebanggaan bagiku seseorang yang telah merasa
Dirimu adalah hangan dikala setiap dingin menyelimutiku
dan Kau menjadi sinara dikala dunia gemerlap membutakan mataku
Apa lagi yang dapat kukatakan
ku tak mungkin beranjak lagi dari hatimu
Ku tancapkan saja dan kuukir baik-baik nama dari rasa ini di dalam hatiku sendiri
Hingga Perih tak kurasa lagi...
dan kau bersandar seakan kau nyaman terlelap di dalam duniaku ini..
Mencintaimu adalah perjalanan meliku yang tergoyahkan oleh semu
dan Mencintaimu adalah kebanggaan bagiku seseorang yang telah merasa
Dirimu adalah hangan dikala setiap dingin menyelimutiku
dan Kau menjadi sinara dikala dunia gemerlap membutakan mataku
Apa lagi yang dapat kukatakan
ku tak mungkin beranjak lagi dari hatimu
Ku tancapkan saja dan kuukir baik-baik nama dari rasa ini di dalam hatiku sendiri
Hingga Perih tak kurasa lagi...
dan kau bersandar seakan kau nyaman terlelap di dalam duniaku ini..
Langganan:
Postingan (Atom)