Jumat, 30 Juli 2010

Jangan artikan

kau menjadi indah dikala malamku bersenandung
kau yang tercipta sebagai media distraksi yang paling hebat di pikiranku
kau yang menggali di antara kabut tak berbau di tengah-tengah cahaya membeku
kau yang terakhir menjadi jingga yang membulat di sekitar samudra yang terjerat
itu semua adalah dirimu yang mengait erat pada jaring yang tersayat
dirimu yang mencoba berlari di atas batu yang membuat dirimu kembali
dan saat itulah kau berbalik pada bayangan yang tak sekalipun mampu kau sentuh
yang dapat kau lakukan adalah bersimbah air mata menetes pada warna yang saling terbelanga
apakah dirimu...
melantunkan aroma berhiaskan bintang di kala siang meredup tak hingga
dan tetaplah dirimu yang selalu memakaikan mahkota berkilaukan air mata
rasa ini tak mampu lagi tertunduk meragu
rasa ini tak mampu lagi terpejam dan diam
rasa ini begitu kuat hingga menusuk setiap detak yang bukan milikku
maka aku yang yang merasa dan kau yang tetap berjelaga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar