Kamis, 06 Januari 2011

Hitam di dalam rasa

sudah jangan paksakan malamku akan untaian kata
jangan paksakan telingaku mendengar jeritan yang sesungguhnya tak kurasa
aku hanya mencari sebuah media distraksi yang tak biasa
agar esok hariku kembali bernyawa
aku bukan lah kamu yang selalu tegap dan tangguh menjalani dunia
aku bukan manusia kuat yang mampu menembus gelora tersayat mata
aku hanyalah potongan angin yang terbujur singkat di dalam kharisma
mengais kasih tanpa ada yang meminta
menanti cinta yang tak pernah ku tanya
aku memang tak bisa tuk membuat senyum kalian semua
aku juga tak mampu tuk melakukan segala yang kau punya
maka janganlah kau caci diriku
jangan kau dera luka ku
dan cukuplah kau tebarkan sinar dan air mataku

Created By


VRRM

Bukan Senja yang terlelap

Aku bukan mati ditelan waktu
aku tidak menghilang di antara malam
aku hanya terlarut di dalam sebuah putaran bumi yang sedikit jauh untuk kudaki
aku tidak mencari pelangi
aku hanya terpacu pada aliran ombak sembilu
lalu apa kau mencariku?
mungkinkah ada sedikit asa-mu yang kau sematkan di pundakku?
aku terunduk mengendap di antara senyap tak bepergian
memikirkan jeratan tak terangkai di padang kelam
tak ada satu pun yang mendekati dan menawarkan sebuah arah bagiku
hanya cukup melintasi di atas kertas dalam bingkai yang tak terseru
lalu kau ada dimana?
lalu apa yang kau tambatkan di relung nafas jiwaku?
kau tak mampu menjawab namun sibuk untuk kembali mengidap gelap
kau tau diriku
namun kau tak mengerti luka yang membasahi air mataku
jika kau benar ada maka eratkanlah senyumku di atas luka
jika kau tak ada maka biarkanlah mataku yang menjadi terbelanga


Created By


VRRM

Jumat, 30 Juli 2010

Jangan artikan

kau menjadi indah dikala malamku bersenandung
kau yang tercipta sebagai media distraksi yang paling hebat di pikiranku
kau yang menggali di antara kabut tak berbau di tengah-tengah cahaya membeku
kau yang terakhir menjadi jingga yang membulat di sekitar samudra yang terjerat
itu semua adalah dirimu yang mengait erat pada jaring yang tersayat
dirimu yang mencoba berlari di atas batu yang membuat dirimu kembali
dan saat itulah kau berbalik pada bayangan yang tak sekalipun mampu kau sentuh
yang dapat kau lakukan adalah bersimbah air mata menetes pada warna yang saling terbelanga
apakah dirimu...
melantunkan aroma berhiaskan bintang di kala siang meredup tak hingga
dan tetaplah dirimu yang selalu memakaikan mahkota berkilaukan air mata
rasa ini tak mampu lagi tertunduk meragu
rasa ini tak mampu lagi terpejam dan diam
rasa ini begitu kuat hingga menusuk setiap detak yang bukan milikku
maka aku yang yang merasa dan kau yang tetap berjelaga

Jumat, 23 Juli 2010

Dibalik makna yang tak memiliki arti

Kau datang sebagai indah di antaramu
mendekat dan mencoba meraih segala ingin dan butuhmu di sekelilingku
lalu kau nikmati....
kau mampu tertawa dan tersenyum di dalam sakit dan tangis kecilku
kau besar namun kecil tuk mengerti apa yang telah kau buat di dalam sini
aku hanyalah seonggok kecil mainan usang yang telah kau pakai dan tak kau suka lagi
serpihan bahagiaku adalah sampah untukmu
ahhhh sudahlah...
cukup sudah kau tusuk-tusuk dan kau tinggalkan luka ini...
jika ku kembali maka duri adalah otak yang membelenggu
dan jika kau yang kembali maka jiwa adalah busuk yang tak akan kau mengerti
karena aku hanya manusia yang tak berkaki namun dapat berlari
dan kau hanya gambaran indah yang tak berhati dan beralaskan serpihan makna yang tak memiliki arti

Selasa, 20 Juli 2010

Rasa Ini

Menintaimu adalah kata pertama yang benar memiliki arti
Mencintaimu adalah perjalanan meliku yang tergoyahkan oleh semu
dan Mencintaimu adalah kebanggaan bagiku seseorang yang telah merasa
Dirimu adalah hangan dikala setiap dingin menyelimutiku
dan Kau menjadi sinara dikala dunia gemerlap membutakan mataku
Apa lagi yang dapat kukatakan
ku tak mungkin beranjak lagi dari hatimu
Ku tancapkan saja dan kuukir baik-baik nama dari rasa ini di dalam hatiku sendiri
Hingga Perih tak kurasa lagi...
dan kau bersandar seakan kau nyaman terlelap di dalam duniaku ini..

Salah

Salahkah aku dengan sejuta tanya di benak kecilku ini
Salahkah aku berada di antara tumpukkan siksa ego ini
dan tetapkah salah jika cinta ini sulit kurajut sendiri
Lalu apakah yang benar akan diri ini
Seakan bernafaspun salah untukku sendiri
Membiarkan tergenang dalam air tuba yang tak hentinya meninggi
Ketikan langkahku adalah salah bagimu
nada setiap ucapku adalah salah bagimu
Cemburu tak henti adalah salah bagimu
Kecewaku adalah ego untukmu
Kemudian apaaaaaa......
Apa yang membuat diri ini terlihat benar
Apa yang membuat diri ini tak melakukan salah lagi
Harus kutanyakan pada siapa lagi sisa ucapku ini
karena diri ini sudah tak mampu menyakiti diriku sendiri
Maaf adalah satu-satunya jalan dan caria bagiku untuk memberimu arti
Bahawa betapa dalamnya diri ini yang kau sebut itu dengan...
"SALAH"

Jumat, 09 Juli 2010

Kesalahan yang sama

kau yang begitu saja hadir dan menjadi indah
menancapkan setiap luka yang sangat dapat kunikmati sakitnya.
tak peduli betapa sakitnya itu
namun kau masih tetap begitu berbeda dari yang lainnya
rasa ini tak pernah dapat berbohong
rasa ini selalu menuntunku tuk menarik segala keyakinan yang ku bangun sendiri
jika kau pergi...maka aku tetap disini
bukan untuk menantimu...
tapi untuk menjaga setiap kepingan hati yang telah kau ciptakan untukku
cinta adalah kamu
kamu adalah dosa yang termanis yang pernah kubuat
dan kamu adalah kesalahan yang terindah yang pernah kudapat
rasa dan sakit ini tak lekang oleh waktu
bagaimapun ia tertempa olehku
aku akan tetap kembali pada kesalahan yang sama

VRRM